Yeh Pulu Relief, Situs Bersejarah Bali Kuno di Ubud

Yeh Pulu Relief

Yeh Pulu Relief. Di balik hijaunya perbukitan dan aliran sungai yang tenang di kawasan Ubud, tersimpan sebuah peninggalan bersejarah yang kerap luput dari sorotan wisatawan. Yeh Pulu Relief bukan sekadar situs purbakala, melainkan lembaran kisah kehidupan Bali kuno yang dipahat langsung pada dinding tebing batu. Mengunjungi tempat ini serasa menyusuri lorong waktu, di mana cerita masa lalu terukir jelas, menyatu dengan alam yang masih alami dan sunyi.

Berbeda dari destinasi wisata populer yang ramai dan penuh hiruk pikuk, Yeh Pulu menawarkan pengalaman yang lebih personal. Di sini, kamu diajak melambat, memperhatikan detail, dan meresapi cerita yang tersembunyi di balik pahatan batu berusia ratusan tahun.

Deskripsi Yeh Pulu Relief

Yeh Pulu Relief merupakan relief batu kuno yang dipahat memanjang pada tebing cadas, dengan panjang sekitar 25 meter dan tinggi rata-rata 2 meter. Relief ini diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga ke-15 Masehi dan menggambarkan berbagai adegan kehidupan masyarakat Bali pada masa lampau.

Nama “Yeh Pulu” berasal dari bahasa Bali, di mana yeh berarti air dan pulu berarti kendi. Nama ini merujuk pada salah satu pahatan yang menampilkan sosok membawa kendi air, sekaligus menggambarkan eratnya hubungan manusia Bali dengan air sebagai sumber kehidupan.

Pahatan pada relief ini menampilkan adegan berburu, aktivitas pertanian, tokoh bangsawan, hingga sosok-sosok mitologis. Setiap ukiran terasa hidup, seolah para tokoh di dalamnya tengah bergerak dan bercerita kepada siapa pun yang bersedia mengamati dengan saksama.

Lokasi Yeh Pulu Relief

Yeh Pulu Relief terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, sekitar 5 kilometer dari pusat Ubud. Lokasinya berada di sebuah lembah kecil yang dikelilingi pepohonan rindang dan aliran sungai, menciptakan suasana sejuk dan alami.

Lokasi : Google Maps

Untuk mencapai relief, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga dari area parkir menuju lembah. Jalur ini relatif mudah dilalui dan justru menjadi bagian dari pengalaman, karena sepanjang jalan kamu akan disuguhi pemandangan sawah, kebun, dan suara alam yang menenangkan.

Baca Juga : Air Terjun Banyumala: Pesona Air Kembar di Bali Utara

Daya Tarik Utama Yeh Pulu Relief

Daya tarik utama Yeh Pulu Relief terletak pada nilai sejarah dan artistiknya. Tidak seperti relief candi yang kerap bersifat religius atau simbolis, relief Yeh Pulu lebih menonjolkan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat Bali kuno.

Ukiran yang tampak sederhana justru menyimpan makna mendalam. Setiap adegan memperlihatkan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas, sebuah konsep yang hingga kini masih hidup dalam filosofi Bali. Keaslian pahatan yang langsung dibuat pada tebing batu juga menjadi keunikan tersendiri, menunjukkan keahlian seni pahat pada masa itu.

Selain reliefnya, suasana alam di sekitar lokasi menjadi daya tarik tambahan. Suara air sungai, kicau burung, dan semilir angin membuat kunjungan terasa lebih khidmat dan menenangkan.

Jam Buka

Yeh Pulu Relief umumnya dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari atau menjelang sore, saat cahaya matahari lembut dan suasana masih sejuk.

Mengunjungi tempat ini di pagi hari juga memberi kesempatan untuk menikmati ketenangan tanpa terlalu banyak pengunjung, sehingga kamu bisa lebih fokus mengamati detail relief dan meresapi suasana.

Baca Juga : Menjangan Island: Permata Tenang di Ujung Barat Bali

Tiket Masuk

Harga tiket masuk Yeh Pulu Relief tergolong sangat terjangkau. Pengunjung biasanya dikenakan biaya sekitar Rp15.000–Rp30.000 per orang, termasuk penggunaan kain atau selendang bagi yang membutuhkannya.

Biaya ini digunakan untuk perawatan area dan pelestarian situs bersejarah, sehingga setiap kunjungan turut berkontribusi dalam menjaga warisan budaya Bali.

Cara Menuju Yeh Pulu Relief

Dari pusat Ubud, perjalanan menuju Yeh Pulu Relief dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15–20 menit menggunakan sepeda motor atau mobil. Rute paling umum adalah melalui jalan menuju Goa Gajah, kemudian mengikuti petunjuk arah ke Desa Bedulu.

Akses jalan menuju lokasi cukup baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir tersedia di dekat pintu masuk, meskipun kapasitasnya terbatas. Disarankan menggunakan kendaraan kecil atau sepeda motor untuk akses yang lebih nyaman.

Baca Juga : Air Terjun Pengibul Gianyar, Hidden Gem Alam yang Sejuk

Wisata Terdekat dari Yeh Pulu Relief

Yeh Pulu Relief

Mengunjungi Yeh Pulu Relief sangat cocok dikombinasikan dengan beberapa destinasi wisata populer di sekitarnya, seperti:

  • Goa Gajah
  • Desa Pejeng
  • Pura Penataran Sasih (Bulan Pejeng)
  • Tirta Empul Tampaksiring
  • Gunung Kawi

Dengan jarak yang relatif dekat, kawasan ini ideal untuk wisata sehari penuh yang berfokus pada sejarah dan budaya Bali kuno.

Aktivitas Wisata di Sekitar Yeh Pulu Relief

Selain mengamati relief, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sekitar lokasi, antara lain:

  • Menyusuri jalur setapak di lembah untuk fotografi alam
  • Trekking ringan di area persawahan sekitar Bedulu
  • Mengunjungi pura-pura kuno dan situs arkeologi
  • Meditasi atau refleksi diri di tengah suasana alam yang sunyi
  • Wisata edukasi tentang sejarah dan seni pahat Bali

Aktivitas-aktivitas ini menjadikan Yeh Pulu Relief bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang pembelajaran dan perenungan.

Kesimpulan

Yeh Pulu Relief adalah salah satu permata tersembunyi di kawasan Ubud yang menawarkan pengalaman wisata berbeda. Di tempat ini, sejarah tidak hanya dibaca, tetapi dirasakan melalui pahatan batu, suasana alam, dan keheningan yang menyelimuti lembah.

Bagi kamu yang ingin mengenal Bali lebih dalam, melampaui pantai dan keramaian, Yeh Pulu Relief adalah destinasi yang patut dikunjungi. Sebuah situs yang mengajarkan bahwa masa lalu bukanlah sesuatu yang jauh, melainkan cerita yang masih hidup, terukir abadi di dinding batu dan alam sekitarnya.

promohotel